Langkah malam semarak pudar Hanyut mengalir sebait senyuman Akankah
menjadi takdir akhir renungan Hawa kuimpikan sribu malam Bahkan
keangungan sang rembulan Lalu mengapa dihinakan buat kesenangan Dalam
sekejab dikoyaknya dadaku Dalam berontak ditikamnya jantungku Telah
sadar roboh harga diriku Kini ku tau asaku tak gugu padamu